>

Senin, 11 November 2013

Peristiwa Sekitar Proklamasi

                          "PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI"


  •                                               "KELOMPOK URANUS"


                                             Anggota : 1. Maggie Ivana Lugiman
                                                              2. Shafa Salsabila
                                                              3. Dalfa Fauzi
                                                              4. Farhan Sigit Suhendi
                                                              5. Rafli Ramdani

                                                             Kelas : 7(Seven)A
                                          




                                              "SMPN 1 BANJARSARI"    



  • PERISTIWA RENGASDENGKLOK

    Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa dimulai dari "penculikan" yang dilakukan oleh sejumlah pemuda (a.l.) Soekarni, Wikana dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.
    Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian. Sementara itu di Jakarta, Chairul dan kawan-kawan telah menyusun rencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut.
    Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan IKADA(yang sekarang telah menjadi lapangan Monas) atau di rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno karena di lapangan IKADA sudah tersebar bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton-penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi, dipilihlah rumah Soekarno di jalan Pegangsaan Timur No.56. Teks Proklamasi disusun di Rengasdengklok, di rumah seorang Tionghoa, Djiaw Kie Siong. Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang di Rengasdengklok pada Kamis tanggal 16 Agustus, sebagai persiapan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia.
    Karena tidak mendapat berita dari Jakarta, maka Jusuf Kunto dikirim untuk berunding dengan pemuda-pemuda yang ada di Jakarta. Namun sesampainya di Jakarta, Kunto hanya menemui Wikana dan Mr. Achmad Soebardjo, kemudian Kunto dan Achmad Soebardjo ke Rangasdengklok untuk menjemput Soekarno, Hatta, Fatmawati dan Guntur. Achmad Soebardjo mengundang Bung Karno dan Hatta berangkat ke Jakarta untuk membacakan proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56. Pada tanggal 16 tengah malam rombongan tersebut sampai di Jakarta.
    Keesokan harinya, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 pernyataan proklamasi dikumandangkan dengan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diketik oleh Sayuti Melik menggunakan mesin ketik yang "dipinjam" (tepatnya sebetulnya diambil) dari kantor Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jerman, Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.

    PERUMUSAN TEKS PROKLAMASI

    Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan dirumah Laksamana Tadashi Maeda di jalan Imam Bonjol No.1 (sekarang Perpustakaan Nasional, Depdiknas). Naskah proklamasi dirumuskan oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Ahmad Subardjo.


    Tulisan tangan naskah teks proklamasi. Inilah konsep teks proklamasi kemerdekaan yang semula ditulis diatas secarik kertas oleh Ir. Soekarno. Coretan-coretan yang terdapat dalam konsep itu menunjukkan banyaknya pertimbangan sebelum tercapainya kata sepakat mengenai kepastian isi dan redaksinya. Penyusunan teks berlangsung hingga dini hari tanggal 17 Agustus 1945.

    Dalam perumusan naskah proklamasi itu, Ir. Soekarno membuat konsep dan kemudian disempurnakan dengan pendapat dari Drs. Moh. Hatta dan Ahmad Subardjo. Saat menjelang Subuh, naskah proklamasi berhasil diselesaikan dan Ir. Soekarno membuka pertemuan dengan para hadirin. Ir. Soekarno menyarankan kepada seluruh yang hadir itu agar menandatangani naskah proklamasi sebagai wakil-wakil bangsa Indonesia. Saran Ir. Soekarno itu diperkuat oleh Drs. Moh. Hatta dengan mengambil contoh pada Declaration of Independence (Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat) yang ditandatangani oleh 13 utusan dari negara-negara bagian. Namun, usul itu ditentang oleh seorang tokoh golongan pemuda yaitu Sukarni. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani naskah proklamasi adalah Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Usul Sukarni itu diterima dengan baik oleh para hadirin.

    Setelah mendapat persetujuan, Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik sesuai dengan naskah tulisan tangannya yang telah mengalami perubahan-perubahan yang telah disepakatinya.

    PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA

                Tanggal 17 agustus 1945 merupakan hari bersejarah untuk indonesia,yakni kemerdekaan bangsa indonesia. Pada tanggal tersebut,secara spontan,para pemuda indonesia berkumpul di lapangan Ikatan Atletik Jakarta (ikada) yang terletak di sebelah tenggara Monumen Nasional (MONAS) untuk besrsama-sama mendengarkan pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Ternyata,hal ini di dengar oleh tentara jepang,yang kemudian menghalangi massa dengan menutup jalan menuju lapangan ikada. Walaupun demikian,para pemuda tidak menghiraukannya dan justru semakin banyak masa yang memadati lapangan ikada,
                Salah seorang tokoh pemuda, yaitu sukarni, melaporkan kapada Ir.soekarno bahwa lapangan ikada yang akan di gunakan sebagai tempat pembacaan teks proklamasi telah di siapkan meskipun kondisinya disana kurang menguntungkan. Ir.soekarno yagn mendapat laporan dari sukarni tampaknya kurang sependapat jika pembacaan teks proklamasi kemerdekaan indonesia menggunakan lapangan ikada. Ketidak setujuan Ir soekarno ini di sebabkan pertimbangannya mengenai akibat dari upacara proklamasi yang bersifat masal, yaitu kemungkinan terjadinya bentrokan fisik dengan pasukan jepang yang bisa mengakibatkan korban jiwa cukup banyak.
                Pada akhirnya,beberapa tokoh yang hadir berspakat bahwa tempat pembacaan proklamasi kemerdekaan RI dialihkan ke rumah Ir.soekarno di jalan pegangsaan timur no.56 jakarta yang sekarang menjadi  gedung perintis kemerdekaan di jalan proklamasi jakarta. Akibat pemindahan tempat ini, semua tokoh golongan tua dan muda serta rakyat indonesia di jakarta dan sekitarnya segera menuju kediaman Ir soekarno tersebut. amenjabat sebagai walikota jakarata,sedangan koordinasi keaamanan di pimpin oleh syodanco latief Hendraningrat dan syodanco Arifin Abdurrahman.
                Para hadirin spontan berbaris dengan teratur dan terib untuk bisa menyaksikan proses keemerdakaan bangsa dan negara indonesia.persiapan proses kemerdekaan ini di lakukan secara spontan namun tetapi berlandasan  rasa kegotong royongan yang sangat tinggi. Bahkan,sebagian alat yang di butuhkan untuk pelaksanaan upcara secara darurat,misalnya pembuatan bendera merah puroltih yang akan di kibarkan adalah hasil jahitan ibu fatmawati soekarno.
               
    Pada tanggal 17 agustus 1945 pukul 09.50 wib, para tamu telah berdatangan dan para pemuda tidak bersama lagi untuk menunggu. Pada saat itu, dr.moewardi (salah satu tokoh pemuda ) menemui Ir.soekarno untuk menanyakan waktu pelaksanaan upacara.         Pertanyaan tersebut di jawab oleh Ir.soekarno bahwa pembacaan teks proklamasi kemerdekaan akan di laksanakan setelah Drs.moh.hatta hadir. Pada pukul 09.55 wib, Bung hatta tiba di rumah Bung karno dalam upacara segera di mulai tepat pukul 10.00 wib. Upacara kemerdekaan indonesia di mulai dan di awali dengan menyiapkan barisan oleh syodanco latief  Hendraningrat, kemudian di lanjutkan dengan pidato singkat dari Ir.soekarno dan pembacaan teks proklamasi yang di dampingi oleh Drs.moh.hatta. Bung karno dan bung hatta tampil kedepan dengan pengeras suara untuk menyampaikan pidato proklamasi yang dapat di lihat sebagai berikut.

                              Saudara-saudara sekalian!
        Saya minta saudara-saudara hadir di sini untuk menyaksikan suatu peristiwa mahapenting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun, kita bangsa Indonesia, telah berjuang untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun!

       Gelombangnya aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju cita-cita, juga di dalam zaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-berhenti..

      Di dalam zaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka.. Akan tetapi, pada hakikatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri, tetap kita percaya kepada kekuatan kita sendiri.

       Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air di dalam tangan kita sendiri.. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya.

       Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia, dari sekuruh Indonesia.. Permusyawaratan itu, seiya-sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
    Saudara-saudaraku! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu..
    Dengarlah proklamasi kami :





    Proklamasi
    Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
    Hal-hal mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

                                                     Jakarta hari 17 boelan 8 tahun ’45                 
                                                         Atas nama bangsa Indonesia,
                                                                  Soekarno-Hatta

    Teks proklamasi Indonesia yang di ketik dan tulisan tangan

         Demikianlah saudara-saudara!
        Kita sekarang telah merdeka!

        Tidak ada suatu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita.. Mulai saat ini kita menyusun negara kita, negara merdeka, negara Republik Indonesia, kekal, dan abadi, Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar